Coral honeysuckle asli (Lonicera sempervirens) adalah sepupu non-invasif penarik kolibri dari Japanese honeysuckle yang seperti gulma. Bunga tubular merah-oranye dari musim semi hingga embun beku. Berperilaku baik di teralis dan pergola.
Sun: Matahari penuh hingga teduh sebagian. Water: Moderate. Zones: 4–9. Height: 10–20 ft. Bloom time: Akhir musim semi hingga embun beku.
Tanam di tanah berdrainase baik di bawah matahari penuh untuk pembungaan terbaik. Sediakan teralis atau penyangga. Pangkas di akhir musim dingin untuk membentuk. Pilih Lonicera sempervirens asli "Major Wheeler" atau "Dropmore Scarlet" — hindari Japanese honeysuckle (L. japonica) yang invasif.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
01 Apakah semua honeysuckle bersifat invasif?
Tidak — hanya Japanese honeysuckle (Lonicera japonica) dan bush honeysuckle (L. maackii, L. morrowii) yang invasif. Coral honeysuckle asli (L. sempervirens) berperilaku baik, non-invasif, dan penarik kolibri. Selalu periksa spesiesnya sebelum membeli.
02 Apakah coral honeysuckle berbau seperti jenis yang invasif?
Tidak — coral honeysuckle (L. sempervirens) hampir tidak beraroma. Jika aroma adalah tujuannya, cari L. prolifera asli (grape honeysuckle) atau tanam alternatif non-invasif seperti confederate jasmine. Konsekuensinya: aroma lebih sedikit, tetapi Anda tidak akan menyelimuti seisi lingkungan.
03 Kapan sebaiknya saya memangkas coral honeysuckle?
Akhir musim dingin untuk membentuk, sebelum pertumbuhan baru dimulai. Pangkas ringan setelah gelombang bunga pertama untuk mendorong pembungaan ulang. Coral honeysuckle berbunga pada kayu lama maupun baru, sehingga pengaturan waktunya lebih lentur dibanding banyak tanaman merambat lainnya.